Semantik (dari Bahasa Yunani: semantikos, memberikan tanda, penting, dari kata sema, tanda) adalah cabang linguistik yang mempelajari makna yang terkandung pada suatu bahasa, kode, atau jenis representasi lain. Dengan kata lain, Semantik adalah pembelajaran tentang makna. Semantik biasanya dikaitkan dengan dua aspek lain: sintaksis, pembentukan simbol kompleks dari simbol yang lebih sederhana, serta pragmatika, penggunaan praktis simbol oleh komunitas pada konteks tertentu. (Wikipedia)
Dari masing-masing pengertian diatas kita bisa mendapatkan definisi bahwa komputasional semantic adalah pemecahan masalah pada sebuah kode/symbol melalui proses computer dimana mengandung suatu makna/arti yang sederhana maupun rumit yang selanjutnya diterjemahkan kedalam bahasa pemrograman dimana bertujuan untuk dikelompokkan menjadi bermacam-macam karakter agar mudah dan diketahui artinya.
WEB SEMANTIC
Web semantic merujuk kepada kemampuan aplilkasi komputer untuk
lebih memahami bahasa manusia, bukan hanya bahasa yang baku dari para
penggunanya tetapi juga bahasa yang lebih kompleks, seperti dalam bahasa
percakapan sehingga memudahkan penggunanya untuk berkomunikasi dengan
mesin.. Web semantik dapat mengolah bahasa dan mengenali homonim,
sinonim, atau atribut yang berbeda pada suatu database.
Istilah web semantik itu sendiri diperkenalkan oleh Tim Berners-Lee, penemu World Wide Web. Sekarang, prinsip web semantik disebut-sebut akan muncul pada Web 3.0,
generasi ketiga dari World Wide Web. Bahkan Web 3.0 itu sendiri sering
disamakan dengan web semantik. Web semantik menggunakan XML, XMLS (XML
Schema), RDF, RDFS (Resources Description Framework Schema) dan OWL.
Jika HTML dan Web membuat semua dokumen online tampak seperti buku
besar, RDF, skema, dan kesimpulan bahasa akan membuat semua data di
dunia tampak seperti database besar”
Tim Berners-Lee, Weaving the Web, 1999 Tim Berners-Lee, Tenun Web, 1999
Tim Berners-Lee, Weaving the Web, 1999 Tim Berners-Lee, Tenun Web, 1999
RDF (Resource Description Framework) adalah bahasa untuk mendeskripsikan informasi dan sumber daya di web.
Menempatkan informasi ke file RDF, memungkinkan program komputer ( “web spider”) untuk mencari, menemukan, mengambil, mengumpulkan, menganalisis dan memproses informasi dari web.
Semantic Web yang menggunakan RDF untuk mendeskripsikan sumber daya web.
Menempatkan informasi ke file RDF, memungkinkan program komputer ( “web spider”) untuk mencari, menemukan, mengambil, mengumpulkan, menganalisis dan memproses informasi dari web.
Semantic Web yang menggunakan RDF untuk mendeskripsikan sumber daya web.
Web semantik adalah teknologi web yang berkembang saat ini.
Teknologi ini dikembangkan berbasis RDF format. Basis data dapat
dijadikan acuan untuk pembuatan metadata, namun BibTex file dapat juga
dijadikan acuan untuk pembuatan web semantik. Dengan menggunakan format
XML yang merupakan dasar pembentukan metadata (RDF), maka berdasarkan
format tersebut metadata dapat didistribusikan atau di simpan dalam
domain yang beragam, data yang tersimpan berupa BibTex file di konversi
ke format RDF, selanjutnya dengan menggunakan sesame metadata di load
pada file index, SeRQL selanjutnya melakukan query terhadap metadata
yang telah di load untuk ditampilkan di browser.
Semantik sebuah bahasa menggambarkan hubungan antara sintaks dan
model komputasi. Semantik : aturan-aturan untuk menyatakan arti dalam
sebuah pemrograman.Sederhananya, semantik menjelaskan arti dari program.
Analoginya sebagai berikut. Apabila kita memakai sintaks [subyek] + [kata kerja] + [kata benda], kita bisa menghasilkan kalimat-kalimat.
Apabila kita mengasilkan kalimat Saya makan nasi, maka kalimat ini memenuhi aturan sintaks. Tapi, apabila saya membuat kalimat Saya makan batu, secara sintaks kalimat ini sudah benar. Namun, secara semantik, kalimat ini tidak mengandung makna yang berarti.
Dalam hubungannya dengan bahasa pemrograman, kadang ada kalanya seorang programmer tidak bisa mengaitkan sintaks dengan model komputasi. Kesalahan logika bisa dengan mudah terjadi.
Analoginya sebagai berikut. Apabila kita memakai sintaks [subyek] + [kata kerja] + [kata benda], kita bisa menghasilkan kalimat-kalimat.
Apabila kita mengasilkan kalimat Saya makan nasi, maka kalimat ini memenuhi aturan sintaks. Tapi, apabila saya membuat kalimat Saya makan batu, secara sintaks kalimat ini sudah benar. Namun, secara semantik, kalimat ini tidak mengandung makna yang berarti.
Dalam hubungannya dengan bahasa pemrograman, kadang ada kalanya seorang programmer tidak bisa mengaitkan sintaks dengan model komputasi. Kesalahan logika bisa dengan mudah terjadi.
Sebagi contoh ada bahasa pemrograman sebagai berikut:
if(a=5) {
echo ‘Nilai a=5′;
}
echo ‘Nilai a=5′;
}
Apabila program ini dijalankan, apa yang terjadi? Bergantung bahasa
apa yang digunakan. Apabila bahasa yang dipakai adalah bahasa C, maka
output yang keluar selalu Nilai a=5, walaupun nilai variabel a sebelumnya selain 5. Kenapa itu bisa terjadi? Itu karena operator ‘=’ dalam bahasa C berarti mengassign sebuah
variabel yang ada di sebelah kiri dengan nilai yang ada di sebelah
kanan. Dalam bahasa C, secara sintaks operasi ini sudah benar.
Tapi, apabila yang dimaksud adalah programmer ingin mengevaluasi nilai variabela, maka seharusnya memakai operator logika ‘==’. Jadi, program yang sebenarnya menjadi
Tapi, apabila yang dimaksud adalah programmer ingin mengevaluasi nilai variabela, maka seharusnya memakai operator logika ‘==’. Jadi, program yang sebenarnya menjadi
if(a==5){
echo ‘Nilai a=5′;
}
echo ‘Nilai a=5′;
}
KONSEP SEMANTIKS BAHASA PEMROGRAMAN
• Semantik mendefinisikan arti dari program yang benar secara syntax dari bahasa tersebut.
• Semantik suatu bahasa membutuhkan semacam expressi untuk
mengirimkan suatu nilai kebenaran (TRUE, FALSE, NOT atau nilai INTEGER)
PENDEKATAN SYNTAX DIRECTED TRANSLATION
• Syntax merupakan kumpulan aturan yang mendefinisikan suatu
bentuk bahasa dan mendefinisikan bagaimana suatu kalimat dibentuk
sebagai barisan/urutan dari pemilihan suatu kata dasar.
• Syntax tidak mengerti apap pun tentang isi atau arti dari suatu kalimat; aturan SEMANTIC yang mengartikannya.
PENDEKATAN SYNTAX
DIRECTED TRANSLATION
DIRECTED TRANSLATION
Contoh deklarasi dalam bahasa C :
if (a>b) max = a ; else max = b ;
§ Ekspressi a > b harus di evaluasi, dan tergantung dari nilai ini, satu dari dua statemen di belakangnya akan dieksekusi.
§ Aturan syntax memberikan bentuk pada statemen tersebut di mana
dengan tepat meletakkan tanda “;” sehingga aturan semantic dapat
mengartikannya dengan benar.
TEKNIK-TEKNIK PENDESKRIPSIAN SEMANTIK BAHASA PEMROGRAMAN
A. Operational Semantic
B. Denotational Semantic
C. Axiomatic Semantic
D. Algebraic Semantic
E. Structured Operational atau
Natural Semantic
TEKNIK-TEKNIK PENDESKRIPSIAN SEMANTIK BAHASA PEMROGRAMAN
A. OPERATIONAL SEMANTIC
Pendekatan ini mendefinisikan suatu mesin buatan
(Abstract) dengan instruksi-instruksi primitif, tidak perlu realistik,
tetapi cukup sederhana supaya tidak muncul kesalahpahaman. Deskripsi
semantic dari bahasa pemrograman menentukan suatu translasi ke kode.
B. DENOTATIONAL SEMANTIC
Pada pendekatan ini, diberikan suatu fungsi
yang memetakan program-program komputer yang ditunjuk ke dalam bentuk
nilai-nilai abstrak secara matematika (angka, nilai, kebenaran, fungsi
matematika, dan sebagainya)
C. AXIOMATIC SEMANTIC
Pada pendekatan ini didefinisikan suatu
tindakan program yang dibangun dengan properti logika yang menyimpan
status komputer sebelum dan sesudah eksekusi
D. ALGEBRAIC SEMANTIC
Pada pendekatan ini dipertimbangkan suatu
objek komputasi yang menjadi syarat-syarat dalam aljabar multi-sorted.
Program meng-implementasikan fungsi yang dapat diwujudkan dengan suatu
persamaan di antara syarat-syarat tersebut.
E. STRUCTURED OPERATIONAL atau NATURAL SEMANTIC
Seperti dalam pengambilan keputusan secara alamiah
dengan logika. Program diberi suatu arti dari aturan yang diturunkan
yang menggambarkan penilaian gagasan suatu bahasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar