Senin, 23 April 2012

Komputer quantum

pada pembahasan kali ini kita akan membahas tentang sebuah komputer quantum dan apa itu komputer quantum. Komputer kuantum diyakini merupakan solusi yang dapat menjawab kebutuhan akan pengolahan data yang semakin kompleks dan tuntutan akan kecepatan penyelesaian pemrosesan yang semakin tinggi. Komputer yang cara kerjanya mengikuti kaidah-kaidah fisika kuantum ini sangat jauh berbeda dengan komputer konvensional (digital) yang sekarang ini secara luas digunakan.
Dalam upaya tersebut, sekelompok fisikawan di National Institute of Standards and Technology (NIST) di Colorado, USA, telah berhasil merancang suatu alat pemerangkap ion yang berpotensi untuk memproses puluhan ion secara serentak dengan pengendalian yang paling fleksibel dibandingkan alat pemerangkap ion lainnya. Rancangan baru ini merupakan suatu usaha pertama untuk secara sistematik memperbesar kemampuan pemerangkap ion yang sebelumnya hanya mampu menampung beberapa ion di beberapa lokasi ke dalam sederetan besar pemerangkap ion yang mampu memroses banyak ion secara serentak. Rancangan ini dipercaya akan membawa manfaat praktis untuk membangun komputer kuantum yang keberadaannya telah lama dinantikan.
Operasi dari suatu komputer kuantum menggunakan ion sebagai bit kuantum. (Analog dari bit digital yang terkait dengan informasi on dan off atau 1 dan 0). Struktur pemerangkap ion hanyalah satu komponen yang analog dengan kawat penghubung dalam komputer yang digunakan saat ini. Berkas-berkas laser diperlukan untuk mengendalikan dan menggunakan data kuantum sebagaimana transistor-transistor berfungsi terhadap bit-bit data digital yang kita kenal.
Terbuat dari suatu lapisan kwarsa (quartz) yang dilapisi emas dalam bentuk oval berukuran sekitar 2 mm x 4 mm, pemerangkap ion racetrack hasil rancangan kelompok NIST menampung 150 daerah kerja dimana bit-bit kuantum atau representasi spin dari ion-ion dapat disimpan dan dipindahkan dengan bantuan medan listrik dan dikendalikan dengan berkas-berkas laser untuk memroses informasi. Secara teori, pemerangkap ion tersebut dapat diperbesar hingga daya tampung daerah kerja jauh lebih besar dan dapat diproduksi secara masal dalam berbagai material.

Teknologi komputer merupakan salah satu teknologi yang paling cepat
mengalami perkembangan dan kemajuan. Komputer-komputer yang ada saat ini
sudah mencapai kemampuan yang sangat mengagumkan. Tetapi kedahsyatan
komputer tercanggih yang ada saat ini pun masih belum bisa memuaskan
keinginan manusia yang bermimpi untuk membuat sebuah Supercomputer yang
benar-benar memiliki kecepatan super. Komputer yang nantinya layak untuk
benar-benar disebut sebagai Komputer Super ini adalah Komputer Kuantum.
Teori tentang komputer kuantum ini pertama kali dicetuskan oleh fisikawan dari
Argonne National Laboratory sekitar 20 tahun lalu. Paul Benioff merupakan orang
pertama yang mengaplikasikan teori fisika kuantum pada dunia komputer di tahun
1981.
Komputer yang biasa kita gunakan sehari-hari merupakan komputer digital.
Komputer digital sangat berbeda dengan komputer kuantum yang super itu.
Komputer digital bekerja dengan bantuan microprocessor yang berbentuk chip
kecil yang tersusun dari banyak transistor. Microprocessor biasanya lebih dikenal
dengan istilah Central Processing Unit (CPU) dan merupakan ‘jantung’nya
komputer. Microprocessor yang pertama adalah Intel 4004 yang diperkenalkan
pada tahun 1971. Komputer pertama ini cuma bisa melakukan perhitungan
penjumlahan dan pengurangan saja. Memory komputer menggunakan sistem
binary atau sistem angka basis 2 (0 dan 1) yang dikenal sebagai BIT (singkatan
dari Binary digIT). Konversi dari angka desimal yang biasa kita gunakan (angka
berbasis 10 yang memiliki nilai 0 sampai 9) adalah sebagai berikut:
0 = 0
1 = 1
2 = 10
3 = 11
4 = 100
5 = 101
6 = 110
7 = 111
8 = 1000
9 = 1001
10 = 1010
11 = 1011
12 = 1100
13 = 1101
14 = 1110
15 = 1111
16 = 10000
17 = 10001
Kalau kita ingin menghitung angka apa yang dilambangkan oleh 101001
caranya sebagai berikut (menggunakan sistem 2n):
(1 x 25) + (0 x 24) + (1 x 23) + (0 x 22) + (0 x 21) + (1 x 20) = 32 + 0 + 8 + 0
+ 0 +1 = 41.
Contoh perhitungan penjumlahan matematika menggunakan sistem binary:
10                1010
23 + ----->  10111 +
33                100001
Sistem inilah yang selama ini kita gunakan saat kita mengolah informasi
menggunakan komputer. Quantum Computer atau komputer kuantum
memanfaatkan fenomena ‘aneh’ yang disebut sebagai superposisi. Dalam
mekanika kuantum, suatu partikel bisa berada dalam dua keadaan sekaligus. Inilah
yang disebut keadaan superposisi. Dalam komputer kuantum, selain 0 dan 1
dikenal pula superposisi dari keduanya. Ini berarti keadaannya bisa berupa 0 dan
1, bukan hanya 0 atau 1 seperti di komputer digital biasa. Komputer kuantum
tidak menggunakan Bits tetapi QUBITS (Quantum Bits). Karena kemampuannya
untuk berada di bermacam keadaan (multiple states), komputer kuantum memiliki
potensi untuk melaksanakan berbagai perhitungan secara simultan sehingga jauh
lebih cepat dari komputer digital.
Komputer kuantum menggunakan partikel yang bisa berada dalam dua
keadaan sekaligus, misalnya atom-atom yang pada saat yang sama berada dalam
keadaan tereksitasi dan tidak tereksitasi, atau foton (partikel cahaya) yang berada
di dua tempat berbeda pada saat bersamaan. Apa maksudnya ini?
Atom memiliki konfigurasi spin. Spin atom bisa ke atas (up), bisa pula ke
bawah (down). Misalnya saat spin atom mengarah ke atas (up) kita beri lambang 1,
sedangkan spin down adalah 0 (seperti dalam sistem binary di komputer digital).
Atom-atom berada dalam keadaan superposisi (memiliki spin up dan down secara
bersamaan) sampai kita melakukan pengukuran. Tindakan pengukuran memaksa
atom untuk ‘memilih’ salah satu dari kedua kemungkinan itu. Ini berarti sesudah
kita melakukan pengukuran, atom tidak lagi berada dalam keadaan superposisi.
Atom yang sudah mengalami pengukuran memiliki spin yang tetap: up atau down.
Saat konsep ini diterapkan dalam komputer kuantum, keadaan superposisi
terjadi pada saat proses perhitungan sedang berlangsung. Sistem perhitungan pada
komputer kuantum ini berbeda dengan komputer digital. Komputer digital
melakukan perhitungan secara linier, sedangkan komputer kuantum melakukan
semua perhitungan secara bersamaan (karena ada multiple states semua
perhitungan dapat berlangsung secara simultan di semua state). Ini berarti ada
banyak kemungkinan hasil perhitungan. Untuk mengetahui jawabannya (hasil
perhitungannya) kita harus melakukan pengukuran qubit. Tindakan pengukuran
qubit ini menghentikan proses perhitungan dan memaksa sistem untuk ‘memilih’
salah satu dari semua kemungkinan jawaban yang ada.
Dengan sistem paralelisme perhitungan ini, kita bisa membayangkan
betapa cepatnya komputer kuantum. Komputer digital yang paling canggih saat ini
(setara dengan komputer kuantum 40 qubit) memiliki kemampuan untuk
mengolah semua data dalam buku telepon di seluruh dunia (untuk menemukan
satu nomor telepon tertentu) dalam waktu satu bulan. Jika menggunakan komputer
kuantum proses ini hanya memerlukan waktu 27 menit!
Ada satu fenomena ‘aneh’ lain dari mekanika kuantum yang juga
dimanfaatkan dalam teknologi komputer kuantum: Entanglement. Jika dua atom
mendapatkan gaya tertentu (outside force) kedua atom tersebut bisa masuk pada
keadaan ‘entangled’. Atom-atom yang saling terhubungkan dalam entanglement
ini akan tetap terhubungkan walaupun jaraknya berjauhan. Analoginya adalah
atom-atom tersebut seperti sepasang manusia yang punya ‘telepati’. Jika yang satu
dicubit, maka pasangannya (di mana pun ia berada) akan merasa sakit. Perlakuan
terhadap salah satu atom mempengaruhi keadaan atom pasangannya. Jika yang
satu memiliki spin up (kita baru bisa mengetahuinya setelah melakukan
pengukuran) maka kita langsung mengetahui bahwa pasangannya pasti memiliki
spin down tanpa kita perlu mengukurnya kembali. Ini melambangkan sistem
komunikasi yang super cepat. Komunikasi menggunakan komputer kuantum bisa
mencapai kecepatan yang begitu luar biasa karena informasi dari satu tempat ke
tempat lain dapat ditransfer secara instant. Begitu cepatnya sehingga terlihat
seakan-akan mengalahkan kecepatan cahaya!
Saat ini perkembangan teknologi sudah menghasilkan komputer kuantum
sampai 7 qubit, tetapi menurut penelitian dan analisa yang ada, dalam beberapa
tahun mendatang teknologi komputer kuantum bisa mencapai 100 qubit. Kita bisa
membayangkan betapa cepatnya komputer masa depan nanti. Semua perhitungan
yang biasanya butuh waktu berbulan-bulan, bertahun-tahun, bahkan berabad-abad
pada akhirnya bisa dilaksanakan hanya dalam hitungan menit saja jika kita
menggunakan komputer kuantum yang super canggih dan super cepat itu.
Di masa mendatang kita akan menggunakan komputer yang tidak lagi
tersusun dari transistor-transistor mini seperti sekarang, Komputer kuantum tidak
lagi memerlukan chip komputer yang semakin lama semakin padat karena
semakin berlipatgandanya jumlah transistor yang dibutuhkan untuk meningkatkan
kinerja komputer. Komputer masa depan justru dipenuhi oleh cairan organik
sebagai ‘jantung’nya. Cairan organik ini mengandung atom-atom/partikel-partikel
yang bisa berada dalam keadaan superposisi tersebut. Ini berarti, kita benar-benar
memanfaatkan zat organik alami untuk menjadi ‘kalkulator’ canggih karena
ternyata cairan organik dari alam memiliki bakat berhitung!


Sabtu, 31 Maret 2012

Komputasional semantic

Komputasi sebetulnya bisa diartikan sebagai cara untuk menemukan pemecahan masalah dari data input dengan menggunakan suatu algoritma. Hal ini ialah apa yang disebut dengan teori komputasi, suatu sub-bidang dari ilmu komputer dan matematika. Selama ribuan tahun, perhitungan dan komputasi umumnya dilakukan dengan menggunakan pena dan kertas, atau kapur dan batu tulis, atau dikerjakan secara mental, kadang-kadang dengan bantuan suatu tabel. Namun sekarang, kebanyakan komputasi telah dilakukan dengan menggunakan komputer.

Semantik (dari Bahasa Yunani: semantikos, memberikan tanda, penting, dari kata sema, tanda) adalah cabang linguistik yang mempelajari makna yang terkandung pada suatu bahasa, kode, atau jenis representasi lain. Dengan kata lain, Semantik adalah pembelajaran tentang makna. Semantik biasanya dikaitkan dengan dua aspek lain: sintaksis, pembentukan simbol kompleks dari simbol yang lebih sederhana, serta pragmatika, penggunaan praktis simbol oleh komunitas pada konteks tertentu. (Wikipedia)

    Dari masing-masing pengertian diatas kita bisa mendapatkan definisi bahwa komputasional semantic adalah pemecahan masalah pada sebuah kode/symbol melalui proses computer dimana mengandung suatu makna/arti yang sederhana maupun rumit yang selanjutnya diterjemahkan kedalam bahasa pemrograman dimana bertujuan untuk dikelompokkan menjadi bermacam-macam karakter agar mudah dan diketahui artinya.

WEB SEMANTIC
Image
Web semantic merujuk kepada kemampuan aplilkasi komputer untuk lebih memahami bahasa manusia, bukan hanya bahasa yang baku dari para penggunanya tetapi juga bahasa yang lebih kompleks, seperti dalam bahasa percakapan sehingga memudahkan penggunanya untuk berkomunikasi dengan mesin.. Web semantik dapat mengolah bahasa dan mengenali homonim, sinonim, atau atribut yang berbeda pada suatu database.
Istilah web semantik itu sendiri diperkenalkan oleh Tim Berners-Lee, penemu World Wide Web. Sekarang, prinsip web semantik disebut-sebut akan muncul pada Web 3.0, generasi ketiga dari World Wide Web. Bahkan Web 3.0 itu sendiri sering disamakan dengan web semantik. Web semantik menggunakan XML, XMLS (XML Schema), RDF, RDFS (Resources Description Framework Schema) dan OWL.
Jika HTML dan Web membuat semua dokumen online tampak seperti buku besar, RDF, skema, dan kesimpulan bahasa akan membuat semua data di dunia tampak seperti database besar”
Tim Berners-Lee, Weaving the Web, 1999 Tim Berners-Lee, Tenun Web, 1999
RDF (Resource Description Framework) adalah bahasa untuk mendeskripsikan informasi dan sumber daya di web.
Menempatkan informasi ke file RDF, memungkinkan program komputer ( “web spider”) untuk mencari, menemukan, mengambil, mengumpulkan, menganalisis dan memproses informasi dari web.
Semantic Web yang menggunakan RDF untuk mendeskripsikan sumber daya web.
Web semantik adalah teknologi web yang berkembang saat ini. Teknologi ini dikembangkan berbasis RDF format. Basis data dapat dijadikan acuan untuk pembuatan metadata, namun BibTex file dapat juga dijadikan acuan untuk pembuatan web semantik. Dengan menggunakan format XML yang merupakan dasar pembentukan metadata (RDF), maka berdasarkan format tersebut metadata dapat didistribusikan atau di simpan dalam domain yang beragam, data yang tersimpan berupa BibTex file di konversi ke format RDF, selanjutnya dengan menggunakan sesame metadata di load pada file index, SeRQL selanjutnya melakukan query terhadap metadata yang telah di load untuk ditampilkan di browser.
Semantik sebuah bahasa menggambarkan hubungan antara sintaks dan model komputasi. Semantik : aturan-aturan untuk menyatakan arti dalam sebuah pemrograman.Sederhananya, semantik menjelaskan arti dari program.
            Analoginya sebagai berikut. Apabila kita memakai sintaks [subyek] + [kata kerja] + [kata benda], kita bisa menghasilkan kalimat-kalimat.
Apabila kita mengasilkan kalimat Saya makan nasi, maka kalimat ini memenuhi aturan sintaks. Tapi, apabila saya membuat kalimat Saya makan batu, secara sintaks kalimat ini sudah benar. Namun, secara semantik, kalimat ini tidak mengandung makna yang berarti.
Dalam hubungannya dengan bahasa pemrograman, kadang ada kalanya seorang programmer tidak bisa mengaitkan sintaks dengan model komputasi. Kesalahan logika bisa dengan mudah terjadi.
Sebagi contoh ada bahasa pemrograman sebagai berikut:
if(a=5) {
echo ‘Nilai a=5′;
}
Apabila program ini dijalankan, apa yang terjadi? Bergantung bahasa apa yang digunakan. Apabila bahasa yang dipakai adalah bahasa C, maka output yang keluar selalu Nilai a=5, walaupun nilai variabel a sebelumnya selain 5. Kenapa itu bisa terjadi? Itu karena operator ‘=’ dalam bahasa C berarti mengassign sebuah variabel yang ada di sebelah kiri dengan nilai yang ada di sebelah kanan. Dalam bahasa C, secara sintaks operasi ini sudah benar.
Tapi, apabila yang dimaksud adalah programmer ingin mengevaluasi nilai variabela, maka seharusnya memakai operator logika ‘==’. Jadi, program yang sebenarnya menjadi
if(a==5){
echo ‘Nilai a=5′;
}
KONSEP SEMANTIKS BAHASA PEMROGRAMAN
•   Semantik mendefinisikan arti dari program yang benar secara syntax dari bahasa tersebut.
•   Semantik suatu bahasa membutuhkan semacam expressi untuk mengirimkan suatu nilai kebenaran (TRUE, FALSE, NOT atau nilai INTEGER)
PENDEKATAN SYNTAX DIRECTED TRANSLATION
•   Syntax merupakan kumpulan aturan yang mendefinisikan suatu bentuk bahasa dan mendefinisikan bagaimana suatu kalimat dibentuk sebagai barisan/urutan dari pemilihan suatu kata dasar.
•   Syntax tidak mengerti apap pun tentang isi atau arti dari suatu kalimat; aturan SEMANTIC yang mengartikannya.
PENDEKATAN SYNTAX
DIRECTED TRANSLATION
Contoh deklarasi dalam bahasa C :
            if (a>b) max = a ; else max = b ;
§   Ekspressi a > b harus di evaluasi, dan tergantung dari nilai ini, satu dari dua statemen di belakangnya akan dieksekusi.
§   Aturan syntax memberikan bentuk pada statemen tersebut di mana dengan tepat meletakkan tanda “;” sehingga aturan semantic dapat mengartikannya dengan benar.
TEKNIK-TEKNIK PENDESKRIPSIAN SEMANTIK BAHASA PEMROGRAMAN
A.    Operational Semantic
B.      Denotational Semantic
C.    Axiomatic Semantic
D.    Algebraic Semantic
E.      Structured Operational atau
            Natural Semantic
TEKNIK-TEKNIK PENDESKRIPSIAN SEMANTIK BAHASA PEMROGRAMAN
A.  OPERATIONAL SEMANTIC
            Pendekatan ini mendefinisikan suatu mesin buatan (Abstract) dengan instruksi-instruksi primitif, tidak perlu realistik, tetapi cukup sederhana supaya tidak muncul kesalahpahaman. Deskripsi semantic dari bahasa pemrograman menentukan suatu translasi ke kode.
B. DENOTATIONAL SEMANTIC
            Pada pendekatan ini, diberikan suatu fungsi yang memetakan program-program komputer yang ditunjuk ke dalam bentuk nilai-nilai abstrak secara matematika (angka, nilai, kebenaran, fungsi matematika, dan sebagainya)
C. AXIOMATIC SEMANTIC
            Pada pendekatan ini didefinisikan suatu tindakan program yang dibangun dengan properti logika yang menyimpan status komputer sebelum dan sesudah eksekusi
D. ALGEBRAIC SEMANTIC
            Pada pendekatan ini dipertimbangkan suatu objek komputasi yang menjadi syarat-syarat dalam aljabar multi-sorted. Program meng-implementasikan fungsi yang dapat diwujudkan dengan suatu persamaan di antara syarat-syarat tersebut.
E. STRUCTURED OPERATIONAL atau  NATURAL SEMANTIC
             Seperti dalam pengambilan keputusan  secara alamiah dengan logika. Program diberi suatu arti dari aturan yang  diturunkan yang menggambarkan  penilaian gagasan suatu bahasa.

Rabu, 28 Maret 2012

Cloud Computing

Jika diartikan cloud computing adalah komputer awan. Seperti yang ada di Wikipedia bahwa cloud computing itu adalah gabungan dari pemanfaatan teknologi (komputasi) dan pengembangan berbasis internet (awan). Cloud computing merupakan sebuah metode komputasi dimana kemampuan TI disediakan sebagai layanan berbasis internet.
Biar lebih paham lagi tentang cloud computing itu sendiri, saya kasih gambaran sederhananya. Kita bisa bayangkan cloud computing itu seperti sebuah jaringan listrik. Jika kita butuh listrik, kita tidak harus punya pembangkit listrik. Kita hanya perlu menghubungi penyedia layanan listrik, yaitu PLN untuk menyambungkan rumah kita dengan jaringan listrik dan kita tinggal menikmatinya saja. Dan pembayaran kita lakukan sesuai dengan besaran pemakaiannya.
Kalau listrik aja bisa begitu, kenapa layanan komputasi tidak bisa? Contohnya, jika sebuah perusahaan membutuhkan aplikasi CRM (Costumer Relationship Management). Kenapa perusahaan itu harus membeli aplikasi itu, membeli hardware buat server dan harus menyewa tenaga ahli TI khusus untuk menjaga server dan aplikasi itu?
Nah, disinilah cloud computing itu berperan. Dalam contoh di atas, perusahaan Microsoft telah menyediakan aplikasi CRM yang dapat langsung digunakan oleh perusahaan yang membutuhkan tadi. Perusahaan yang membutuhkan itu tinggal menghubungi perusahaan Microsoft untuk menyambungkan perusahaannya (dalam hal ini melalui internet) dengan aplikasi CRM & tinggal memakainya. Dan pembayaran dilakukan per bulan, per triwulan, per semester, per tahun atau sesuai kontrak yang dibuat. Jadi, perusahaan yang membutuhkan aplikasi CRM tadi, tidak perlu melakukan investasi awal untuk pembelian hardware server dan tenaga ahli TI. Itulah salah satu manfaat dari cloud computing yang dapat menghemat anggaran suatu perusahaan.
Untuk ilustrasinya, cloud computing digambarkan seperti ini:

Cloud%20Computing Apa Itu Cloud Computing?

Perhatikan titik-titik komputer/server sebagai gabungan dari sumber daya yang akan dimanfaatkan. Lingkaran-lingkaran sebagai media aplikasi yang menjembatani sumber daya dan cloud-nya adalah internet. Semuanya tergabung menjadi satu kesatuan dan inilah yag dinamakan cloud computing.
Cloud computing mempunyai 3 tingkatan layanan yang diberikan kepada pengguna, yaitu:
  1. Infrastructure as service, hal ini meliputi Grid untuk virtualized server, storage & network. Contohnya seperti Amazon Elastic Compute Cloud dan Simple Storage Service.
  2. Platform as a service, hal ini memfokuskan pada aplikasi dimana dalam hal ini seorang developer tidak perlu memikirkan hardware dan tetap fokus pada pembuatan aplikasi tanpa harus mengkhawatirkan sistem operasi, infrastructure scaling, load balancing dan lain-lain. Contohnya yang sudah mengimplementasikan ini adalah Force.com dan Microsoft Azure investment.
  3. Software as a service: Hal ini memfokuskan pada aplikasi dengan Web-based interface yang diakses melalui Web Service dan Web 2.0. Contohnya adalah Google Apps, SalesForce.com dan aplikasi jejaring sosial seperti FaceBook.
Para investor sedang mencoba untuk mengeksplorasi adopsi teknologi cloud computing untuk dijadikan bisnis seperti Google dan Amazon yang sudah punya penawaran khusus pada teknologi cloud. Dan juga Microsoft dan IBM tidak mau kalah dalam hal ini, mereka juga sudah menginvestasikan jutaan dolar untuk hal ini.
Bisa dipastikan ke depannya cloud computing ini akan menjadi sebuah trend, standar teknologi akan menjadi lebih sederhana karena ketersediaan dari layanan cloud.

Kelebihan Cloud Computing

  1. Menghemat biaya investasi awal untuk pembelian sumber daya.
  2. Bisa menghemat waktu sehingga perusahaan bisa langsung fokus ke profit dan berkembang dengan cepat.
  3. Membuat operasional dan manajemen lebih mudah karena sistem pribadi/perusahaan yang tersambung dalam satu cloud dapat dimonitor dan diatur dengan mudah.
  4. Menjadikan kolaborasi yang terpercaya dan lebih ramping.
  5. Mengehemat biaya operasional pada saat realibilitas ingin ditingkatkan dan kritikal sistem informasi yang dibangun.

Kekurangan Cloud Computing

Komputer akan menjadi lambat atau tidak bisa dipakai sama sekali jika internet bermasalah atau kelebihan beban. Dan juga perusahaan yang menyewa layanan dari cloud computing tidak punya akses langsung ke sumber daya. Jadi, semua tergantung dari kondisi vendor/penyedia layanan cloud computing. Jika server vendor rusak atau punya layanan backup yang buruk, maka perusahaan akan mengalami kerugian besar.

Rabu, 03 November 2010

bisnis informatika

Saat ini dunia informatika mengalami banyak perkembangan terutama dalam bidang bisnis. Pada lingkungan bisnis, kehadiran teknologi informasi mulai disadari dapat menghadirkan berbagai solusi yang dapat membantu proses bisnis yang ada dan mengoptimalkan efesiensi bisnis berbasis teknologi informasi. Perkembangan teknologi informasi telah berkembang luar biasa hebatnya baik dari sisi perangkat keras, perangkat lunak, atau sumber daya manusia yang mendayagunakannya.

Sekarang TI banyak membantu kebutuhan seseorang dan sudah banyak orang yang terbiasa dengan komputer, bahkan dengan internet. Dunia bisnis tentunya banyak mengalami persaingan, sehingga membutuhkan semua informasi yang aktual, cepat dan dapat dipercaya. Semua itu menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Pergerakan bisnis yang semakin cepat menuntut komunikasi (suara, data dan informasi) yang lebih lebih cepat guna mempertahankan pelanggan, pemasok, bahkan dalam menghadapi persaingan.

Salah satu media yang digunakan dalam mengembangkan bisnis di dunia Informatika adalah internet. Internet adalah jaringan komputer tanpa mengenal batas jarak dan waktu yang didalamnya terdapat berbagai sumber daya informasi dari mulai yang statis hingga dinamis dan interaktif. Maka dari itu banyak orang bahkan perusahaan memanfaatkan internet sebagai ladang bisnis, mulai dari menjual jasa, penjualan dan pembelian produk bahkan pemasaran suatu produk perusahaan.
Dunia bisnis dibidang informatika akan berkembang pesat dan mengalami kemajuan dengan adanya media informasi dan perangkat teknologi yang makin canggih

Dari dunia Maya atau internet inilah lahir sebuah social media. internet dan social media bisa menjadi alat bagi perusahaan untuk mengenal pasar dan konsumennya. sekarang iklan standar yang ada di televisi , majalah, atau radio tidak lagi menjadi referensi utama bagi orang – orang yang ingin membeli sebuah produk. social media seperti ( facebook, twitter , dll ) justru menjadi alat promosi yang lebih efektif untuk melakukan promosi.

kita ambil contoh blog dan website jejaring social. kedua layanan ini bisa mempengaruhi penilaian masyarakat terhadap sebuah produk. sebelum membeli laptop misalnya, kita bisa googling dulu untuk mencari link – link yang berisi review – review terhadapa produk laptop yang akan kita beli tersebut.

social media efektif sebagai ajak untuk beriklan. selain mampu menjangkau banyak audiens, iklan social media jauh lebih diingat dan menimbulkan rasa penasaran banyak orang.

Lima model bisnis TIK

Semua perusahaan yang bergerak di bidang TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) mengandalkan HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) di dalam menjual produk dan jasanya. Namun penggunaan HAKI tergantung pada jenis model bisnisnya.

Pada umumnya sekarang ini dikenal ada 5 model bisnis TIK yang paling menonjol dalam pemanfaatan HAKI, dan di bawah ini beberapa contonya dari perusahaan anak bangsa Indonesia (huruf miring) dan juga perusahaan asing :
1. Lisensi produk software (contohnya perusahaan pembuat perangkat lunak seperti Andal Software, Dycode, Oracle, dsb)
2. Iklan (contohnya Detik.com, Google, dsb)
3. Software sebagai layanan (contohnya Infisys Pushmail, Salesforce.com, dsb)
4. Penjualan perangkat keras (contohnya Zyrex, Axioo, Apple, dsb)
5. Penjual jasa konsultasi, integrasi, perawatan, training dsb (contohnya Inixindo, Sigma, Redhat, dsb)

Beberapa perusahaan bisa mengadopsi lebih dari satu model bisnis jika mereka memang memiliki beberapa jenis bisnis yang berbeda-beda…

Kamis, 14 Januari 2010



Kali Ciliwung Selasa, 05 Januari 10

Ci Liwung

Ci Liwung di timur Pulo Geulis, Bogor.

Ibu-ibu mencuci di tepian Ci Liwung. Pulo Geulis.

Ci Liwung[1] atau, secara salah kaprah namun lebih populer, Sungai Ciliwung, adalah sebuah sungai besar di Pulau Jawa. Wilayah yang dilintasi Ci Liwung adalah Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, dan Jakarta.

Hulu sungai ini berada di dataran tinggi yang terletak di perbatasan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur, atau tepatnya di Gunung Gede, Gunung Pangrango dan daerah Puncak. Setelah melewati bagian timur Kota Bogor, sungai ini mengalir ke utara, di sisi barat Jalan Raya Jakarta-Bogor, sisi timur Depok, dan memasuki wilayah Jakarta sebagai batas alami wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Di daerah Manggarai aliran Ci Liwung banyak dimanipulasi untuk mengendalikan banjir. Jalur aslinya mengalir melalui daerah Cikini, Gondangdia, hingga Gambir, namun setelah Pintu Air Istiqlal jalur lama tidak ditemukan lagi karena dibuat kanal-kanal, seperti di sisi barat Jalan Gunung Sahari dan Kanal Molenvliet di antara Jalan Gajah Mada dan Jalan Veteran.[2] Di Manggarai, dibuat Banjir Kanal Barat yang mengarah ke barat, lalu membelok ke utara melewati Tanah Abang, Tomang, Jembatan Lima, hingga ke Pluit.

Dari 13 sungai yang mengalir di Jakarta, Ci Liwung memiliki dampak yang paling luas ketika musim hujan karena ia mengalir melalui tengah kota Jakarta dan melintasi banyak perkampungan, perumahan padat, dan pemukiman-pemukiman kumuh. Sungai ini juga dia

nggap sungai yang paling parah mengalami perusakan dibandingkan sungai-sungai lai

n yang mengalir di Jakarta. Selain karena daerah aliran sungai (DAS) di bagian hulu di Puncak dan Bogor yang rusak, DAS di Jakarta juga banyak mengalami penyempitan dan pendangkalan yang mengakibatkan potensi penyebab banjir di Jakarta menjadi besar.

Sistem pengendalian banjir sungai ini mencakup pembuatan sejumlah pintu air/pos pengamatan banjir, yaitu di Katulampa (Bogor), Depok, Manggarai, serta Pintu Air Istiqlal. Pemerintah pernah merencanakan untuk membangun Waduk Ciawi di Gadog, Megamendung, Bogor sebagai cara untuk mengendalikan aliran sejak dari bagian hulu.

Jakarta Under Water

Upaya penanggulangan banjir Jakarta hampir seusia sejarah kota itu sendiri. Selalu tertatih-tatih dalam pelaksanaannya.

Proyek Banjir Kanal Timur mesti didukung penataan daerah hulu dan ketersediaan daerah resapan.
Di tengah suasana banjir
Jakarta yang mencekam, juga menjengkelkan, akhir pekan lalu, sebaris pesan singkat (SMS) beredar di kalangan pemakai telepon genggam: ”Jakarta telah sukses menyelenggarakan SEA GAMES dadakan.” Rupanya, dalam suasana serba kesal dan panik itu, masih ada yang sempat melempar humor pelesetan. Hiruk-pikuk orang bersiasat menghadapi limpasan air hujan yang meluap, membentuk genangan luas bagaikan laut, itulah yang disebut ‘’sea games”.

Sebuah pesan yang agak bernada sinis, tapi tak kehilangan rasa humor. Sikap itu seolah mewakili cara sebagian warga Jakarta memandang bencana yang menyergapnya. Kesulitan yang dialami disikapi secara datar saja. Tidak ada emosi yang meletup berlebihan. Mereka menerimanya sebagai ‘’sesuatu yang biasa”.

Lihat saja sikap Sonny Wiryawan, 39 tahun, seorang manajer madya di sebuah bank swasta besar yang tinggal di permukiman elite Kelapa Gading. Saat air mulai merambat naik menyusup ke dalam rumahnya, ia sigap memboyong istri dan tiga anaknya ke sebuah hotel bintang empat di kawasan Pancoran, Kamis malam pekan lalu. Ketika kembali ke Kelapa Gading, dengan segala perjuangan selama lima jam, ia kaget. Air sudah menggenang sedada.

Dengan susah payah, Sonny bisa mencapai rumahnya. Lalu lompat ke teras loteng dan memecahkan kaca jendela untuk masuk. Selama dua hari ia bertapa sendirian, membaca novel dengan lampu baterai, karena aliran listrik putus, di lantai dua. ”Habis, mau apa lagi?” katanya datar. Ia tak mau ambil risiko meninggalkan rumahnya di tengah isu penjarahan. ”Saya tidur-tiduran saja sambil menunggu air surut,” ujarnya, Senin lalu.

Boleh dibilang, sebagian besar warga Jakarta memang terbiasa menyambut air bah itu seperti menyongsong ritual lima tahunan. Mereka cenderung nerima saja, tanpa mencari-cari kambing hitam. Tetapi, untuk nasib Jakarta ke depan, sikap ini justru merisaukan. Bisa-bisa melenakan akan bahaya banjir-banjir mendatang, yang dari tahun ke tahun tampaknya semakin ganas.

Sebagai gambaran, selama tujuh tahun bermukim di Kelapa Gading, baru sekali ini Sonny diteror banjir sedada di rumahnya. Pada musibah banjir Februari 2002, air cuma masuk selutut. Dalam kasus ini pula, lorong underpass Dukuh Atas, yang melintang di bawah Jalan Sudirman, bisa memberi kesaksian tentang fenomena banjir yang makin mencemaskan ini.

Pada banjir Februari 1996, ketinggian air masih sepinggang orang dewasa. Lantas, pada 2002, genangan air bah menyisakan ruang sekitar satu meter dari bibir atas terowongan. Sedangkan pada banjir kali ini, luapan air hampir menyumpal seluruh ruang terowongan.

Memang, hingga kini belum ada angka resmi ihwal luas areal genangan banjir di Jakarta pada puncak hujan, akhir pekan lalu. Ada yang menyebut 60%, bahkan 70%, dari total 661 kilometer persegi wilayah DKI. Namun setidaknya, genangan kali ini jauh melampaui luas musibah pada 2002 yang diperkirakan ”hanya” 24%. Lagi pula, amukan banjir 2007 ini melanda Tangerang, Bekasi, dan Karawang.

Hujan yang turun di awal Februari 2007 itu memang teramat spesial. Pada puncak peristiwa Sabtu pekan lalu, menurut catatan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), jeluk hujan di kawasan Bogor mencapai 245 mm. Itu 24 jam saja. Angka ini jauh melampaui ”prestasi” hujan pada awal Februari 2002, yang mencatat rekor 200 mm. Tak mengherankan bila banjir kiriman pun mengalir deras melalui Kali Ciliwung, Cisadane, Sunter, Cipinang, dan Kali Bekasi.

Pada saat yang sama, curah hujan di dalam kota Jakarta sendiri tak kalah hebat. Masih merujuk data BMG, di Jakarta Pusat hari itu curah hujan mencapai 230 mm. Bahkan di daerah Cileduk, perbatasan DKI dengan Tangerang, curah hujan hari itu mencapai 339 mm per hari. ”Ini curah hujan tertinggi di Cileduk dalam kurun 40 tahun terakhir,” kata Ahmad Zakir, Kepala Sub-Bidang Informasi Meteorologi Publik. Sekadar untuk diketahui, curah hujan di atas 100 mm per hari masuk kategori sangat lebat.

Celakanya, guyuran hujan sangat lebat ini dihadapi oleh kawasan yang kapasitas serapan airnya semakin hari kian payah. Dulu, menurut Bambang Warsito, Kepala Staf Perencanaan Pengembangan Wilayah Ciliwung-Cisadane, Departemen Pekerjaan Umum (PU), dari setiap 100 mm air hujan yang jatuh di Jakarta, sekitar 40 mm terserap ke dalam tanah. Air limpasan 60 mm saja. Kini, yang terserap paling banyak hanya 15 mm alias 15%. Air limpasan pun makin menggila.

Hal itu terjadi karena daerah terbuka di Jakarta merosot dari tahun ke tahun. Ruang terbuka hijau (RTH), yang berfungsi sebagai daerah tangkapan air, dengan cepat terdesak oleh arus pembangunan fisik. Data Wahana Lingkungan Hidup menunjukkan, tahun 1985 Jakarta masih memiliki RTH seluas 29%. Angka itu turun menjadi 25% pada 1995. Bahkan, mulai tahun 2000, angka RTH ini terjun bebas hingga tersisa 9,4% saja. Jauh dari kondisi ideal minimum yang 27,5%.

Kondisi di hulu sama runyamnya. Pada 1992, kawasan yang terbangun (untuk permukiman, wisata, infrastruktur jalan, dan keperluan lain) masih sekitar 101.000 hektare. Tahun 2006, wilayah ini mekar menjadi 225.000 hektare. Pada saat yang sama, kawasan bervegetasi merosot dari 665.000 hektare ke angka 541.000 hektare. Jelas, dari segi tata air, kapasitas daerah ini sudah tak memadai.

Memang banjir dan kota Jakarta seolah tidak bisa terpisahkan dalam sejarahnya. Jakarta, dulu Batavia, dan sebelumnya lagi Jayakarta, terletak di bibir teluk yang tenang di kawasan berawa yang rendah. Muara Kali Ciliwung menjadi pusat Batavia dulu, empat abad silam. Dari abad ke abad, Batavia pun tumbuh menjadi Jakarta, yang bertumpu di dataran rendah dengan sejumlah sungai di dalamnya.

Dari daerah Puncak mengalir Sungai Ciliwung sepanjang sekitar 60 kilometer. Di sebelah timur ada Sungai Cakung, Jati Kramat, Buaran Sunter, dan Cipinang, yang panjang badannya tidak lebih dari 30 kilometer. Di pusat dan barat ada Sungai Cideng, Krukut, Grogol, Sekretaris, Pesanggrahan, juga Angke, yang berhulu di selatan Jakarta, 20-30 kilometer dari pantai.

Meski pendek, pada musim banjir, sungai-sungai itu bisa menggila. Jika mengamuk, debit Kali Angke, misalnya, bisa mencapai 160 meter kubik per detik. Ciliwung bisa mengalirkan 250 meter kubik per detik. Sedangkan Kali Sunter 120 meter kubik per detik. Curah hujan yang tinggi adalah satu-satunya penyebab amukan sungai itu.

Sejarah mencatat, beberapa kali banjir besar melanda kota Jakarta dan merenggut korban jiwa serta harta penduduk. Antara lain pada 1621, 1654, dan 1918, semasa pemerintahan kolonial Belanda. Pada era pasca-kemerdekaan, amukan bah menerjang tahun 1976, 1996, 2002, dan terakhir tahun 2007 ini, yang mengakibatkan korban jiwa 29 orang.

Kedatangan banjir ini memiliki pola waktu yang sama, yakni jatuh di awal tahun. Utamanya Januari hingga awal Februari. Pada kedua bulan pembuka ini, curah hujan mencapai angka tertinggi. Hal ini tampak pada rekaman data curah hujan pantauan Stasiun Meteorologi 745, Kemayoran, satu dari enam stasiun di Jabotabek.

Pada musibah banjir 2002, menurut penuturan Nuraeni, Kepala Stasiun Meteorologi Kemayoran, kepada Hatim Ilwan dari Gatra, curah hujan bulan Desember 2001 tercatat 116 mm. Lantas melonjak menjadi 695 mm sepanjang Januari, dan bertahan di angka 634 mm pada Februari. Kemudian kembali anjlok pada bulan Maret hingga 306,3 mm.

Dari riwayat banjir ini juga jelas terlihat, dari zaman ke zaman frekuensi kedatangannya semakin kerap. Pada zaman kolonial Belanda frekuensinya pada kisaran 20 tahun, berikutnya menjadi per 10 tahun, dan kini lima tahunan. Perilaku ini tak lepas dari perubahan iklim global dan tata lingkungan Jakarta serta daerah-daerah penyangga di sebelah selatan.

Karena sudah ”nasib” Jakarta tak terpisahkan dari luapan banjir, penanggulangannya pun berlangsung sejak zaman baheula. Paling tidak, pada 1854 telah berdiri badan khusus yang bertugas mengurusi banjir, yakni Burgelijke Openbare Werken atau disingkat BOW, cikal bakal Departemen PU, yang sekarang bernama Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah.

Hanya saja, instansi itu tak berkutik menghadapi perilaku sungai-sungai tropis yang variasi debitnya begitu tinggi. Debit Ciliwung, misalnya, di musim kemarau hanya 1-2 meter kubik per detik. Puncaknya terjadi pada 1873, ketika hampir seluruh kota Batavia terendam hingga satu meter. Sebagai sindiran kegagalan ini, warga memelesetkan BOW menjadi Batavia Onder Water.

Baru pada 1920 muncul konsep penanggulangan banjir yang komplet dari tim yang dipimpin Prof. H. van Breen. Konsep ini lahir setelah Jakarta dilanda banjir hebat pada 1918. Saat itu, Van Breen memperkenalkan konsep pengendalian aliran air dari hulu sungai dan mengatur volume air yang masuk ke kota Jakarta. Selain itu, Breen juga menyarankan penimbunan daerah-daerah rendah.

Untuk itu, Van Breen menyarankan ada saluran kolektor di pinggiran selatan kota untuk menampung limpahan air, dan selanjutnya dialirkan ke laut menyusuri tepian barat kota. Ini ditujukan untuk membelokkan aliran air, sehingga tidak langsung menerjang pusat kota. Saluran kolektor yang mulai dibangun pada 1922 ini di kemudian hari dikenal sebagai Banjir Kanal Barat (BKB).

Sungai buatan itu dibangun mulai dari titik aliran Sungai Ciliwung di Manggarai, kemudian membelok ke barat memotong Sungai Cideng, Sungai Krukut, Sungai Grogol, terus ke Muara Angke. Untuk mengatur debit aliran ke dalam kota, BKB dilengkapi beberapa pintu air. Ada Pintu Air Manggarai untuk mengatur debit Sungai Ciliwung menuju kota dan Pintu Air Karet untuk mengatur aliran Kali Krukut dan Kali Cideng yang menuju Kali Angke.

Proyek penanggulangan banjir Breen itu cukup tangguh, setidaknya untuk kurun 40 tahun. Selama waktu itu, bisa dibilang Jakarta bebas dari banjir dahsyat. Namun, setelah era kemerdekaan, beban Jakarta makin berat. Permukiman menjamur, terutama di kawasan timur dan selatan yang berada di luar jangkauan BKB. Sejak itulah, Jakarta kembali selalu terancam banjir.

Pemerintah RI pun lantas membentuk Komando Proyek Pencegahan Banjir DKI Jakarta atau disingkat Kopro Banjir pada Februari 1965. Karena keterbatasan dana, Kopro Banjir hanya bisa sedikit mengembangkan konsep Breen. Mereka lebih memfokuskan pada pembangunan sistem polder yang dikombinasikan dengan waduk dan pompanisasi.

Hasil kerja mereka antara lain Waduk Setia Budi, Waduk Pluit, Waduk Tomang, dan Waduk Grogol. Ada juga Polder Melati, Polder Pluit, Polder Grogol, Polder Setia Budi Barat dan Timur. Kopro juga mengerjakan pembuatan sodetan Kali Grogol, Kali Pesanggrahan, dan gorong-gorong Jalan Sudirman.

Upaya lebih serius berlangsung ketika Ali Sadikin menjadi Gubernur DKI Jakarta. Ketika itu, lahir Master Plan Pengendalian Banjir yang disahkan pada 1973 –karena itu, lebih dikenal sebagai Master Plan 1973. Konsep Breen masih menjadi acuan. Dalam Master Plan 1973 ini tertuang langkah menambah saluran BKB ke arah barat, yang kini dikenal sebagai Cengkareng Drain.

Satu lagi yang paling penting dari Master Plan 1973 adalah rencana pembuatan saluran kolektor di sebelah timur atau Banjir Kanal Timur (BKT). Saluran BKT rencananya dibangun memotong Sungai Cipinang, Sunter, Buaran, dan Cakung. Seluruh aliran empat sungai itu akan ditampung di BKT, untuk kemudian dibuang ke ke laut melalui daerah Marunda.

Tapi, lagi-lagi, ketidakadaan dana membuat proyek BKT tak kunjung terwujud. Baru pada 10 Juli 2003, setahun setelah banjir hebat 2002, proyek BKT dicanangkan dan ditargetkan bisa rampung tahun 2010. Proyek yang saat itu diperkirakan menelan biaya Rp 4,124 trilyun ini akan membentang sepanjang 23,5 kilometer. Rata-rata lebar sungai sekitar 100 meter, dengan kedalaman tiga meter.

Sebagian besar anggaran itu, yakni Rp 2,186 trilyun, untuk pembebasan lahan. Dalam tahap pelaksanaannya, lagi-lagi proyek strategis ini terbentur kendala. Terutama oleh perkara pembebasan tanah, yang sebagian besar dimiliki warga dan pihak swasta. Di beberapa tempat sering terjadi tumpang tindih penguasaan lahan.

Pemerintah menetapkannya berdasarkan nilai jual objek pajak, rata-rata Rp 500.000 per meter persegi. Tetapi, bagi warga, harga itu terlalu rendah. Proses pembebasan pun terganjal. Hingga kini, proyek BKT baru merangkak sepanjang 7,7 kilometer.

Berbagai kendala inilah yang membuat banyak pihak pesimistis atas skema pembangunan BKT. Malah beberapa pakar tata kota memandang, BKT bakal tidak bisa menjawab ancaman banjir pada masa mendatang. Apalagi proyek ini –kalau lancar– kelar tahun 2010, ketika kondisi Jakarta dan daerah penyangganya sudah banyak berubah.

Planolog Abdul Alim Alam berpendapat, banjir kanal sebetulnya hanya berperan memperlancar aliran sungai ke laut. Selain itu, juga membelokkan air menyusuri pinggiran hingga tak langsung menuju pusat kota. Tetapi daya tambung banjir kanal sangat terbatas pada volume yang masuk dari arah hulu. ”Apakah semua bisa tertampung,” katanya kepada Mukhlison S. Widodo dari Gatra.

Karenanya, menurut Abdul Alim, yang tak kalah penting adalah membuat agar air bisa sebanyak-banyaknya terserap ke dalam tanah. Bukan mengalir di permukaan. Kondisi ini bisa terjadi bila di daerah hulu atau selatan Jakarta memperluas areal RTH. Celakanya, yang terjadi justru sebaliknya. Lahan tangkapan air itu terus menyusut, tersudut oleh pembangunan, baik di Puncak, Bogor, maupun Depok.

Jalan keluar lainnya pernah diusulkan konsultan dari Prancis dan Jepang. Intinya, keduanya menyarankan, untuk meredam banjir, perlu dibangun sejumlah reservoar yang bisa menampung sementara aliran air. Selain itu, direkomendasikan untuk merevitalisasi situ-situ yang sudah ada.

Namun rencana itu pun tinggal sebagai wacana.

Rencana pembangunan Bendung Depok, misalnya, bukannya terlaksana. Walau sudah dilakukan studi kelayakan, kini yang terjadi, di atas rencana areal bendungan itu terhampar perumahan elite. Nasib serupa menimpa situ-situ yang pernah ada, yang diperkirakan mencapai 200-an. Kondisinya sungguh menyedihkan. Sebagian sudah menghilang, berubah menjadi daratan.

Nama kelompok :

- Indra Prasetya ( 50407450 )

- Nadya Indah Y ( 50407607 )

- Rasyid Ramdani ( 50407693 )

_